Prostitusi Yang Semakin Marak Di Indonesia

Posted by Timontius Pangestu Jul 2, 2012 0 comments
Kata prostitusi atau juga disebut Pemelacuran bukanlah hal yang asing ditelinga kita. Entah didengar via Media Cetak, Komunitas dan sebagainya. Prostitusi sendiri adalah penjualan jasa seksual untuk mendapatkan uang. Seseorang yang menjual jasa tersebut disebut Pelacur, yang kini sering disebut dengan istilah Pekerja Seks Komersial (PSK). Namun, bagaimanakah prostitusi yang ada di Bumi Pertiwi ini? Seberapa besarkah tingkat prostitusi di Indonesia? Bagaimana peran pemerintah untuk membasmi prostitusi di Indonesia?

Pelacuran merupakan masalah yang tidak hanya melibatkan pelacurnya saja, namun lebih dari itu yaitu merupakan suatu kegiatan yang melibatkan banyak orang seperti germo, para calo-calo dan konsumen-konsumen yang sebagian besar laki-laki yang luput dari aparat penegak hukum. Tentu Indonesia secara tegas melarang adanya praktek-praktek pelacuran. Yang jelas tertulis di Pasal 296, 297, dan 506 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Prostitusi di Indonesia dianggap sebagai kejahatan “terhadap moral” dan melawan hukum. Dalam praktik prostitusi yang tersebar luas, sudah ditoleransi dan diatur serinci mungkin. Pelacuran yang paling tampak diwujudkan dalam kompleks pelacuran Indonesia “lokaliasasi” yang ditemukan diseluruh negeri. UNICEF memperkirakan bahwa 30% pelacur perempuan di Indonesia adalah dibawah 18 tahun! Wisata seks anak menjadi masalah, khususnya pulau-pulau resor seperti Bali dan Batam.

Tentu mayoritas Masyarakat Indonesia tidak setuju dengan legaliasasi Prostitusi. Dikarenakan banyak aspek yang dapat mempengaruhi keburukan di lingkungan sekitar. Seperti membantu perluasan penyakit menular seperti HIV/AIDS. Bahkan orang-orang yang tak berdosa pun berpotensi tertular dan tentu mendukung perilaku yang menyimpang. Ironisnya banyak generasi muda yang bercita-cita jadi pelacur karena dapat cepat kaya. Dengan harga/tarif yang mahal, dalam sehari mereka mampu meraup jutaan rupiah dengan menjual keperawanan/keperjakaannya. Dan pelacuran ini seperti efek rokok yang membuat kecanduan/addicted bagi konsumen.

Menurut data statistik terbaru Surabaya merupakan kota terbesar dalam operasi Prostitusi di Indonesia. Berikut adalah kota di Indonesia dengan prostitusi tertinggi di Indonesia:
1. Surabaya
2. Jakarta
3. Malang
4. Yogyakarta
5. Bandung
6. Bogor
7. Semarang
8. Indramayu
9. Tanggerang
10. Serang

Memang sungguh ironis melihat kondisi bangsa ini sekarang. Prostitusi dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan yang pesat.

Lalu apa yang harus dilakukan? Tentu Peranan keluarga sangatlah penting. Karena keluarga dapat menjadi orang yang dituakan selayaknya memberi contoh yang baik. Lalu juga Peran Pemerintah yang vital. Sebaiknya tidak mudah memberi izin kepada pengusaha yang ingin membuka tempat-tempat hiburan yang memiliki muatan-muatan yang mengarah ke prostitusi. Dan tentunya Pendidikan Agama yang harus ditingkatkan sejak dini hingga Dewasa. Dengan hal-hal tersebut setidaknya dapat mengurangi praktek prostitusi yang ada di Indonesia.

Khusus Pendidikan agama merupakan aspek terpenting. Mengapa? Karena agama mengajarkan segala macam norma-norma kebaikan dan yang haram untuk dilakukan. Jelas tertera pada -Surah Al-Israk: ayat 32 "Dan janganlah kamu menghampiri zina. Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." Begitu juga pada Sabda Rasulullah s.a.w "Hindarilah zina sebab ia menimbulkan enam kesan buruk, tiga di dunia dan tiga di akhirat. Yang di dunia, zina akan menghilangkan kegembiraan, menyebabkan fakir dan mengurangi umur sedangkan keburukan di akhirat nanti, zina menyebabkan pelakunya diazab, dihisab secara ketat dan kekal di neraka."

0 comments:

Post a Comment